cerpen 1 "Jodoh Pasti Bertemu"

Cerpen  I
Jodoh Pasti Bertemu

Setiap orang pasti memiliki cerita tersendiri dalam menemukan pasangan hidupnya ada yang jalannya mulus saja, ada yang penuh rintangan ada pula yang penuh dengan kejutan. Segalanya memang tentang cinta tanpa cinta hidup pun akan hampa. Maka dari itu di cerpen pertamaku kali ini akan menceritakan tentang cinta tentunya. Tapi sebelumnya kenalan dulu lah sama tokoh-tokohnya biar tahu identitas dan peran mereka dalam cerpen ini.
Pemain utama kali ini namanya Aleya cewek yang agak pemalu dan bermuka imut, baik hati, hoby menyanyi, mahasiswa semester 5 di kota Jogja. Saat ini Aleya tengah menjalin hubungan dengan seorang cowok tentunya, ia adalah Alfin namanya, Alfin tampan orangnya tinggi putih bersih mukanya, cinta mati sama Aleya, dan ternyata alfin  adalah salah satu teman SD Aleya dulunya. Waktu kelas 6 SD ternya Aleya dulu yang suka dengan Alfin karena menurut Aleya, Alfin itu beda sendiri orangnya diantara teman cowoknya yang lain. Namun rasa suka Aleya hanya sampai di hati saja ia tak berani untuk mengakui tentang perasaannya, Aleya pun memendam perasaannya hingga 6 tahun. (Gila cuy,,, cewek mana yang tahan memendam perasaannya selama itu? Bener-bener strong women tuh Aleya). Secara Aleya tuh cewek makanya ia tak berani memulai duluan, ia hanya bisa menunggu dan menunggu teman dekatnya bahkan sahabatnya pun tak pernah ia kasih tahu mengenai perasannya itu.
Hingga suatu hari saat setelah kelulusan SMA, Aleya menghadiri sebuah reunian teman-teman SD nya dan disitulah Aleya bertemu dengan Alfin, Aleya hanya bisa tersenyum melihatnya, dan setelah acara penutupan reunian Alfin pun menyajikan suatu hiburan ia bernyanyi di panggung sambil memainkan gitarnya dengan lincah tanpa Aleya sadari ternya Alfin menyayikan lagu tentang pernyataan perasaannya dan di bait terakhir lagunya ia menuruni panggung dengan keadaan masih memainkan gitar dan menyanyi ia berjalan mengelilingi teman-temannya sambil terus menyanyikan lagunya dan orang terakhir yang dihampirinya ialah Aleya, dengan spontan dada Aleya pun berdebar lebih  kencang dari sebelumnya secara Alfin selesai menyanyikan lagunya ia pun ambil posisi setengah duduk di depan Aleya, (sontak langsung teman-teman yang lain pun pada terjerit-jerit kaget saat itu) Aleya yang masih kaku terduduk di kursinya dan tanpa basa-basi Alfin pun bilang ke Aleya.
“Aleya, sadarkah kau? Bait lagu ku itu untukmu”
“mak,,maksud ka,,kamu fin?” (Aleya jadi nervous di depan Alfin)
“ I Love You, Maukah kau jadi pacarku?” (Alfin pun langsung menyatakan perasaannya dengan lancar tanpa terbata-bata, teman yang lainnya pun langsung dibikin heboh dengan keadaan itu).
“kamu serius fin?” (tanya Aleya memastikan)
“serius Al, aku pengennnn banget kamu terima cinta aku dan jadi pacarku”
“di trima, di trima, di trima, ayokkk Aleya di trima sih,,, jangan kelamaan” (teriakan teman-teman Aleya dan Alfin)
“gimana Al?”
Sambil menghembuskan nafas, Aleya pun akhirnya menjawab dan membalas tembakan Alfin dengan kata “ya aku mau” langsung Alfin pun berdiri dan memeluk Aleya, teman-teman yang lainnya tambah heboh dengan pemandangan itu, banyak yang bilang kalau mereka iri dengan Aleya, dan Aleya sendiri pun tak percaya dengan apa yang barusan ia alami ia takut kalau apa yang barusan ia alami ini hanya mimpi. Akan tetapi, hal itu nyata benar-benar nyata, setelah acara reunian benar-benar usai Alfin pun mengantar Aleya pulang ke rumahnya dan sebelum itu mereka mampir dahulu ke sebuah taman dan berbincang-bincang, Aleya yang masih tak percaya dengan peristiwa itu pun jadi merasa agak canggung menghadapi Alfin. Secara Aleya selama ini yang hanya mampu memendam perasannya tiba-tiba seseorang yang di sukainya menyatakan cintanya tanpa pernah ia bayangkan sebelumnya. Seketika mereka di taman, Aleya yang masih tak percaya akan hal itu ia mencoba memastikan kepada Alfin akan perasaannya dan Alfin pun menjawab bahwa ia ternya memang sudah suka dengan Aleya dari dahulu saat mereka masih bersama-sama. Namun, Alfin tak ingin mengambil keputusan untuk menembak Aleya saat usia mereka masih memakai seragam merah putih, karena setelah lulusan SD mereka tak pernah bertemu dan bertemu Lagi saat acara reunian itu maka Alfin pun langsung ambil tindakan tak ingin kehilangan kesempatan lagi. Alfin tahu kalau Aleya belum punya pacar ternyata selama ini ia selalu mengawasi Aleya lewat teman Aleya yang juga jadi teman Alfin waktu Aleya sekolah di SMP dan SMA nya.
Setelah mereka resmi berpacaran, merekapun sering jalan bareng ketika mengisi waktu liburan mereka, dan mereka saling  bahagia satu sama lain saat itu. Akan tetapi perjalanan cinta mereka tak semulus yang mereka kira setelah Aleya dinyatakan di terima di salah satu perguruan tinggi di Jogja dan Alfin yang tak melanjutkan kuliah, ia justru mengadu nasibnya di salah satu perusahaan di ibu kota. Dan terpaksa mereka harus LDR an, meskipun mereka LDR an mereka tetap memegang kepercayaan dan janji mereka demi berlangsungnya hubungan mereka, meski jauh mereka tetap dapat bertatap muka lewat hp dengan aplikasi vidio call. Mereka selalu vidio call an setiap pagi dan setiap mereka ada waktu luang.
2 tahun telah belalu,,, selama 2 tahun itu mereka ketemuan hanya setahun sekali saat liburan lebaran saja karena tuntutan  kerja yang harus dijalankan oleh Alfin, hari ini pun tak seperti hari-hari sebelumnya, hari-hari itu telah berganti menjadi minggu, minggu berganti menjadi bulan satu bulan ini pun mendadak tak ada kabar sekalipun dari Alfin walau hanya sekedar ngechat memberi kabar pun tak ada. Aleya pun menjadi tambah resah tak tenang hatinya dalam menjalani hari-harinya.
“Al, loe kenapa sih? Akhir-akhir ini gue perhatiin loe banyak ngelamun dan murung, latihan gak fokus gak hafal-hafal, ini bukan seperti Aleya yang gue kenal sebelumnya” (tanya Gilang memastikan). Oh iya kalian belum kenalan dengan Gilang ya?. Nah, Gilang ini kakak tingkat Aleya mereka beda jurusan tapi satu grup musik di kampusnya mereka sering tampil bareng dan latihan bareng. Jadi, mereka tahu satu sama lain. Dan sebenarnya Gilang pun menyimpan perasaan terhadap Aleya, tapi tak berani untuk menyatakannya karena tahu kalau Aleya telah punnya kekasih hatinya.
“gak pa-pa kak, ayok sih latihan lagi” (ajak Aleya sembari senyum terpaksa)
Gilang hanya memandangi Aleya seperti sedang memikirkan kata-kata yang pantas yang akan di lontarkannya.
“kenapa kak? Ayok latihan”
“emb,,, ayok keluar cari angin” (ajak Gilang sambil menarik tangan Aleya tanpa ragu)
“mau kemana kak? Bukannya kita harus latihan buat pentas besok?”
“gak akan jadi kalau terus memaksakan diri, gue tahu suasana hati loe lagi gak baik, gue gak mau maksain kehendak hati loe”
Dan benar saja Gilang mengajak Aleya ngegame di salah satu mall di Jogja kemudian jalan-jalan dan mencoba menghibur hati Aleya tak lama kemudian Aleya pun bisa tersenyum kembali dan bercanda bersama berfoto-foto bersama mood aleya pun kembali membaik yang kemudian mereka  kembali berlatih musik, setelah lagu selesai dinyanyikan Aleya dan Gilang saling menatap satu sama lain. Gilang mendekat ke arah Aleya muka mereka saling bertatapan denngan jarak yang begitu dekat saat ini, Gilang pun hendak mencoba mencium bibir Aleya. Aleya langsung tersadar bahwa ia masih memiliki Alfin yang jauh disana dan dengan langkah pasti dan cepat Aleya langsung memalinngkan mukanya dari hadapan Gilang. Gilang pun seketika tersadar bahwa Aleya telah memiliki kekasih. Aleya langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Gilang.
Semenjak peristiwa itu Aleya jadi canggung untuk bertemu dengan Gilang. Namun, mau tak mau ia harus bertemu dengan Gilang karena mereka satu grup musik yang sebentar lagi akan pentas di hari jadi kampusnya yang akan diadakan pada tanggal 2 januari besok. Mengetahui akan sikap Aleya yang berbeda dengan Gilang, Gilang pun langsung meminta maaf dengan Aleya dan mencoba untuk bersikap biasa dengan Aleya seperti sebelum-sebelumnya. Pentas mereka pun berlangsung lancar saat itu. Tapi hati Aleya masih merasa gundah karena terbayang-bayang akan keadaan Alfin yang jauh di sana.
Tanggal 3 januari adalah hari ulang tahun Aleya, Alfin yang biasanya ngucapin ultah untuk Aleya lewat vidio call sembari menyanyikan lagu untuk Aleya dan mengirimkan hadiah lewat jasa pos, kini ternyata ia memiliki rencana lain untuk merayakan ultah Aleya, selama ini Alfin tak pernah ada kabar memang sengaja dilakukannya untuk memberi surprize untuk Aleya, karena rupanya Alfin ingin mengucapkan ultah secara langsung di depan Aleya hingga ia harus rela cuti kerja satu minggu untuk bisa datang mengunjungi kampus Aleya. Selama di perjalanan Alfin berkali-kali membayangkan peristiwa yang akan terjadi dan mempersiapkan kata-kata yang pas untuk Aleya sembari tersenyum senyum sendiri dan memandangi foto Aleya yang ada di hp nya.
Sesampainya di Jogja Alfin tak langsung menjumpai Aleya ia terlebih dahulu menemui temannya Reno namanya (Reno ini teman SMA nya Alfin yang ternyata di tugaskan Alfin untuk selalu menjaga dan mengawasi Aleya dan Aleya tak mengetahui akan hal itu).
“hallo Ren, kos loe di mana? Gue lagi di Jogja nih” (lewat telephone)
“loh fin, kapan kesininya? Gak kabar-kabar dulu loe”
“baru aja nyampek, loe lagi kuliah gak? Jemput gue Ren gue gak tahu daerah kos loe”
“oke gue lagi free fin, bentar tunggu dulu situ ntar abis ini loe send lokasi ke gue biar gampang nyarinya”
“oke Ren”
Tak lama kemudian mereka bertemu saling sapa dan peluk satu sama lain maklumlah mereka juga sudah lama tak bertemu.
“loe tumben kesini gak bilang-bilang. Kesambet apa loe kesini fin?”
“ya elakh,,, besok kan ultahnya pacar gue Aleya, ya jadi gue ke sini lah pengen biikin surprize buat Aleya”
“oh,,,gitu. Gue malah gak tahu tentang ultah Aleya, trus apa rencana loe? Kira-kira ada yang bisa gue bantu gitu?”
“loe udah ngelaksanain tugas dari gue kan? Yang gue suruh foto Aleya secara diam-diam?”
“iya udahlah Reno gitu, selalu setia kawan tentunya”
“hha,,gak berubah ya loe dari dulu. Mana sini kasih gue foto-fotonya”
Alfin pun asyik melihat foto-foto Aleya hasil colongan dari Reno, Alfin yang tadinya ketawa-ketiwi liat ekspresi Aleya yang natural, polos dan dengan gaya jurnalistik banget dan lucu-lucu tentunya tiba-tiba terdiam saat lihat salah satu foto Aleya.
“ini apa maksudnya Ren?”
“ii,,,itu,, gue lupa ngehapusnya fin sory gue gak sengaja motret waktu itu”
“coba loe jelasin apa yang sebenarnya terjadi waktu ini?” (dengan nada agak tinggi karena terlanjur emosi)
“gu,,gue gak tahu persis kejadiannya fin tahu-tahu waktu gue lewat mereka udah posisi kayak gitu”
Alfin pun naik darah dan tak bisa mengendalikan diri, ia langsung marah besar seketika itu. Dan langsung saja ia saat itu menuju kampus dimana Aleya berada dan seketika itu pula Alfin menemukan Aleya yang tengah berjalan di lobi kampus bersama Gilang yang sedang tertawa satu sama lain, disitu Alfin tambah tercengang dan langsung memberhentikan langkahnya. Aleya dan Gilang yang terus berjalan kemudia semakin dekat jaraknya dengan Alfin, langsung saja Aleya yang melihat Alfin tengah berdiri di depannya dengan jarak beberapa meter ia langsung spontan lari menuju Alfin tanpa menghiraukan Gilang. Sesampainya di depan Alfin...
“Alfin?” (dengan raut muka tak percaya)
“iya ini aku, happy birthday Al”  (dengan ekspresi datar, sembari menyodorkan buket bunga dan kado yang di bawanya)
“ya ampun sayang,,, ulang tahun ku kan masih besok, kamu terlalu semangat banget sih, kamu kapan nyampek sini yang?”
Alfin ternyata sedang melamun memperhatikan raut muka Gilang yang masih berdiri di lobi dengan pandangan raut muka sinis dan benci.
“sayang,, kamu liatin apa sih? Kok ga jawab?”
Dan tak lama Aleya langsung paham bahwa Alfin tengah memerhatikan Gilang yang berada agak jauh di belakang Aleya.
“ayok yang kita pergi dari sini aja, kamu pasti lelah juga kan? Kita ke taman situ aja yuk” (ajak Aleya)
Merekapun pergi meninggalkan Gilang yang masih berdiri memandangi langkah mereka, dengan tersenyum simpulya.
“sayang kamu selama ini kemana sih kok gak pernah ada kabar?”
“aku mau kita putus Al”
“bilang apa barusan yang? Putus? Apa salahku? Kenapa kamu enteng banget bilang gitu?”
Alfin tak menjawab melainkan hanya memperlihatkan foto Aleya yang hendak di cium Gilang waktu itu. Langsung saja Aleya pun kaget,,,
“ya ampun yang itu gak bener itu yang, kamu dapet foto itu dari mana? Ha? Aku gak mungkin lah ngelakuin itu aku tuh cuma sayang sama kamu fin aku gak selingkuh”
“oh,, ya? Terus menurut kamu ini apa? Editan? Ha?”
“kamu mutusin aku cuma atas dasar foto ini doang yang kamu belum tahu bener kebenarnnya? Ha? Terus selama ini kamu kemana? 1 bulan gak ngasih kabar sama sekali tiba-tiba muncul minta putus apa emang kamu udah bosan sama aku? Hah?”
“denger ya aku selama ini gak ada kabar itu emang sengaja karena aku pengen tahu seberapa besar cinta kamu ke aku, karena aku juga ingin buat surprize ke kamu di hari ulang tahun kamu kali ini, tapi apa? Apa yang gue dapet? Sakit hati tahu gak”
“fin kamu jangan menyimpulkan suatu hal begitu saja fin, fin itu gak bener aku gak benar-benar di cium sama Gilang emang waktu itu aku mau di cium sama Gilang tapi aku langsung menghindar fin aku langsung pergi waktu itu fin”
“langsung pergi? Kata kamu, kalau langsung pergi gak bakal ada foto ini Al, udah pokoknya kita putus”
“oh,, oke kalau gitu. Kalau emang itu mau kamu, kita PUTUS. Nantinya juga kamu akan ngerti siapa yang benar, dan kamu pasti akan menyesaal nantinya fin”
Setelah berkata demikian, Aleya pun langsung pergi meninggalkan Alfin sendirian di taman. Semenjak saat itu Aleya dan Alfin tak pernah benar-benar bisa fokus dalam menjalani segala kegiatan hidup mereka mereka masih saling memikirkan satu sama lain tapi mereka saling gengsi satu sama lain untuk meminta maaf terlebih dahulu.
1 tahun kemudian,,,
Aleya telah menjadi seorang sarjana dan Alfin pun telah naik jabatan di perusahaannya yang tadinya hanya seorang pekerja lapangan di perusahaan itu sekarang telah menjadi staff karyawan tetap, Gilang juga telah menjadi seorang penyanyi terkenal dan Reno juga tengah di wisuda bareng bersama Aleya.
“hay,, kamu Aleya kan?”
tiba-tiba saja Reno muncul di depan Aleya dan menyapanya
“hay juga, maaf kamu siapa ya?”
“kenalin gue Reno temennya Alfin” (sembari mengulurka tangan mengajak salaman)
“oh,,,ada apa emang?”
“emb,,,selamat ya udah wisuda” (sembari tersenyum)
“makasih kamu juga,,”
“ngomong-ngomong gimana hubungan loe sama Alfin?”
“gue udah putus setahun  yang lalu”
“putus??? Kok Alfin tumben ga cerita gue? Pantes aja dia gak nyuruh gue buat mata-main loe lagi”
“bentar-bentar mata-matain??? Maksud loe?”
“aduh pake keceplosan lagi” (gumam Reno dalam hati)
“jadi selama ini yang mata-main gue yang foto-foto gue itu elo?”
“aduh,,Al sory sebelumya, gue gak pernah ada niat jahat sama sekali tentang hubungan loe ssama Alfin, gue cuma disuruh Alfin buat jaga loe buat ngawasin loe doang Al”
“trus kenapa gak loe bilang kalo foto yang waktu itu tu gak bener? Loe kan tahu sendiri gue gak bener-bener di cium sama si Gilang gue langsung pergi waktu itu”
“itu masalahnya Al, gue udah coba bilang ke dia supaya tanya kebenarannya ke elo dan dia waktu itu langsung maen kabur aja bawa hp gue dan katanya mau nemuin elo gitu, ya gue gak bisa nyegah, trus waktu itu gue ada kuliah siang gue nya gak tahu apa-apa tiba-tiba dia pamit balik lagi dan cuma ninggalin pesan WA dan hp gue di taroh di kamar kos gue, gue balesin WA nya sampek sekarang gak pernah  bales lagi”
“oh,,,gitu? Yaudah biarin aja kalo gitu mah emang orangnya keras kepala kali”
“loe masih sayang kan sama Alfin Al?”
“sayang? Apa loe bilang sayang? Hha,, ya nggak lah, mungkin dia udah punya yang baru juga kali”
“halah,,,loe gak usah bohong sama diri loe sendiri loe masih ada rasa kan?”
“Aleya,,, kamu lagi apa nak?” (panggil ibu Aleya)
“gak pa-pa ma Aleya bentar lagi ke situ ma”
“gue ke sana dulu ya bye,,”
“oh, oke bye”
1 tahun setelah kelulusan Aleya,,,,
“hallo Assalamualaikum nak? Gimana kabar kamu di Jakarta?” (tanya mama Alfin)
“Alhamdulillah sehat ma, mama gimana?”
“Alhamdulillah sehat juga, keluarga juga sehat. Kamu kapan pulang nak? Mama kangen ini ada hal penting yang mau mama bicarain ke kamu nak”
“bicara tentang apa ma?”
“rahasia, pokoknya ini hal penting,,, bagettt”
“ah mama sekarang gitu ya main rahasia-rahasiaan sama Alfin”
“ya pokoknya begitu kamu pulang baru mama mau cerita, mama gak mau cerita lewat telephone”
“yaudah ma, mungkin seminggu lagi ini Alfin pulang kebetulan ada cuti bersama minggu depan ma”
“yaudah baguslah kalau gitu mama tunggu kedatangan mu nak. Baik-baik ya di sana sehat dan lancar selalu pokoknya buat anakku sayang”
“iya ma, mama juga ya,,, love you mom. Wassalamualaikum,,,”
“Walaikumsalam nak.”
Seminggu kemudian....
“apa ma? Aleya mau di jodohin?” (dengan kagetnya)
“iya sayang,,, mama sudah membicarakan hal ini matang-matang dengan ayah kamu dan keluarga sana Al”
“ya tapi gak bisa langsung jodohin gitu aja dong ma, ini udah tahun berapa ma? Ini udah bukan zamannya siti nurbaya lagi ma, ini udah zamannya siti badriyah ma”
“kamu ini lho,,dibilangin kok. Udah pokoknya mama gak mau tahu kamu harus dandan yang cantik malam ini karena nanti malam keluarga dari sana mau ke rumah kita mau ngelamar kamu sayang,,,”
“ma, tapi,,,” (belum sempat Aleya melanjutkan bicaranya, mama Aleya udah pergi begitu saja meninggalkan Aleya sendiri di kamarnya).
Begitu juga dengan Alfin yang setibanya di rumah langsung di kabari bahwa ia akan di jodohkan, Alfin pun menolak karena rupanya ia masih sayang dengan Aleya. Ia belum bisa benar-benar move on dari Aleya. Akan tetapi atas bujuk rayu sang mama akhirnya Alfin pun menuruti perkataan mama nya.
Malam pun tiba,, Alfin beserta keluarga menuju rumah calon perempuannya. Setibanya di sana mereka langsung menyambut dengan bahagiannya. Dan saat si perempuan menuruni tangga dari lantai 2 menuju ruang tamu Alfin pun terkejut seketika melihat wajah perempuan tersebut, yang tak lain adalah Aleya sang mantan pacarnya, begitu juga dengan Aleya ia pun terbengong tak percaya bahwa laki-laki yang hendak dijodohkan dengannya adalah Alfin.
“loh, Aleya?”
“Alfin?”
“lho kalian sudah pada kenal rupanya?” (tanya mama Aleya)
“ini mantan Aleya ma yang waktu itu Aleya critain”
“ya ampun jadi ini pacar kamu yang waktu itu, nyakitin kamu ha?”
“emb, bukan begitu tante, bukan maksud saya buat nyakitin atau bahkan mencampakkan Aleya tante. Jujur tante saya nyesel waktu itu  telah putus sama Aleya, saya bener-bener suka, sayang dan cinta sama Aleya tante, kemaren saya hanya terbawa emosi dan suasana hati yang gak enak saja tante. Sebenarnya selama ini saya ingin meminta maaf sama Aleya cuma saya baru bisa pulang aja tante, saya baru libur kerjanya tante. Aleya di chat juga gak pernah bales selama ini tante. Jadi, izinin saya untuk meminta maaf sama Aleya tante”
”ya silahkan lurusin dulu urusan kamu sama Aleya”
Spontan Alfin pun langsung ambil sikap seperti hendak nembak Aleya waktu itu tapi kali ini sembari memegang tangan Aleya
“Al, gue minta maaf soal dulu, gue akui gue bego banget. Selama ini gue sering bertanya-tanya sema diri gue, kenapa dulu gak coba gue cari tahu kebenarannya, tapi mungkin inilah waktu terbaik bagi gue untuk ngungkapin segalanya Al, jujur Al gue udah lama jatuh cinta sama elo, sebelum gue jadian sama elo gue sempet punya pacar Al, tapi gue gak bisa bener-bener suka apalagi cinta sama mereka Al, gak tahu kenapa gue dari dulu kepikirang elo,,, terus sampai akhirnya Tuhan selalu mempertemukan kita pada moment yang pas buat gue nyatain perasaannya ke elo dan sampai semenjak kita putus pun jujur gue pernah bisa move on dari loe Al, gue masih suka masih sayang sama elo Al. Apa loe masih mau terima gue Al?”
“kalau loe masih suka sama gue kenapa loe terima perjodohan ini?”
“kalo gak gue terima, gue gak bakal ketemu loe dong”
“trus kalo orangnya bukan gue?”
“ya gue tolak lah”
“serius???”
“tujuh rius. Jadi gimana? Loe mau kan nikah sama gue?”
“emb,,,gimana ya???. Gimana ma? Pa?”
“itu sih terserah kamunya aja sayang. Ya kan pa?”
“iya ma. Mama sama papa mah setuju-setuju aja kalau kamu memang suka nak Alfin lagian kan mama sama papa sudah niat mau jodohin kamu sama nak Alfin”
“gimana? Mama sama papa kamu udah setuju tuh”
“emb,,, iya deh,,,”
“serius iya?”
“serius J
“wow, ma, pah Alfin di terima ma, pah. Ini calon Alfin ma, pah”
Langsung dipeluklah Aleya oleh Alfin. Dan mereka tertawa bahagia bersama,,,,
The End
And Happy Ending

Mohon komentarnya kawan, sekiranya masih ada banyak kekurangan dalam penulisan, masih tahap pembelajaraan soalnya. Trims J

Komentar